Ciri Fisik Beras Basmati

Beras basmati merupakan salah satu dari sekian jenis beras yang ada di dunia.

Tanaman ini biasa dikenal sebagai tanaman beras yang ditanam di dataran tinggi di wilayah India dan Pakistan.

Jika kita perhatikan dengan seksama, ada hal yang unik dari beras yang satu ini.

ciri fisik beras basmati, keunikan beras basmati

Apa Ciri-Ciri atau Keunikan Beras Basmati ini?

Salah satu keunikan dari Beras Basmati ini yaitu aromanya sangat khas, yaitu memiliki aroma yang wangi (harum), meskipun berasnya dalam keadaan tidak terlalu pulen.

Mengapa beras Basmati memiliki aroma yang wangi (harum) ?

Sesuai dengan namanya, basmati berasal dari bahasa Sanskerta yang bermakna harum atau wangi.

Berdasarkan penelitian dan uji laboratorium, beras basmati itu mengandung 0.09 bagian 2- acetyl-1-pyrroline per juta, yaitu 12 kali lebih dari konsenstrasi pada beras biasa.

Sehingga secara alami wangi pada beras ini tidak bisa ditandingi aromanya dengan beras lain.

Tak hanya memiliki bau wangi (harum) saja, beras basmati juga memiliki keistimewaan lainnya seperti halnya yang terdapat pada bulirnya.

Bulir yang ada pada beras basmati ini lebih panjang dan kecil, tidak seperti beras pada umumnya.

Dimana beras pada umumnya, bulirannya lebih pendek dan montok daripada beras basmati.

Beras basmati ini juga memiliki kadar sejenis karbohidrat amylose yang cukup tinggi, sehingga beras ini tidak mudah untuk dicerna.

Jika beras ini sudah dimasak, dan telah menjadi nasi, keunikan pada beras basmati ini semakin terlihat (nampak).

Setelah menjadi nasi, beras basmati ini akan melar memanjang butiran, sedikit pera, butiran berasnya mudah terurai, dan aromanya sangat wangi (harum) meskipun tidak terlalu pulen.

Walaupun demikian, beras basmati ini enak disantap, terlebih jika ditambah dengan disirami dengan kuah kari yang pedas gurih hangat.

Sebagai tambahan informasi bahwa, Beras basmati ini, dikhabarkan menjadi salah satu makanan favorit Raja Salman bin Abdul Azis al Saud lho..

Jadi, bisa dikatakan beras basmati ini adalah beras yang disukai oleh kalangan orang menengah keatas.

Wajar sih, karena seiring berjalannya waktu beras basmati ini mulai banyak digemari dan populer di kalangan orang-orang yang secara ekonomi menengah keatas.

Di Indonesia sendiri, beras basmati yang tumbuh di India dan Pakistan ini sejauh ini masih impor dan harganya pun juga relatif diatas harga beras lokal pada umumnya.

Walaupun pemenuhan beras ini masih impor, tapi sudah bisa kita dapatkan dii toko bahan makanan india atau pasar swalayan besar yang sudah ada di Kota Jakarta maupun kota besar lainnya.

Melihat pemenuhan beras basmati yang masih impor, jumlahnya juga masih terbatas, dan harganya juga lebih tinggi dari beras pada umumnya, sejak tahun 2007 silam, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) telah berhasil merakit varietas padi khusus tipe Basmati dengan nama varietas BAROMA.

Varietas ini bisa ditanam di dataran rendah, dengan tanpa menghilangkan dari ciri khas tipe basmati itu sendiri yaitu berasnya agak pera, dan bulirnya lebih panjang dan kecil dibandingkan dengan beras yang ada pada umumnya.

Perakitan varietas baru ini bertujuan untuk menghasilkan varietas yang bisa tahan hama, atau penyakit, sehingga nantinya diharapkan bisa menghasilkan beras yang berkulitas premium atau bermutu baik.

tips memilih beras basmati

Ciri-ciri Beras Basmati yang Bagus

Untuk memperoleh beras basmati yang kualitasnya bagus, pastikan memenuhi beberapa kriteria yang memang sudah menjadi ciri khasnya beras basmati, diantaranya:

  • Beras agak pera
  • Ukurannya lebih panjang dibandingkan dengan beras biasa yaitu berukuran (1,5 – 2,0 kali)
  • Tekstur tidak terlalu pulen
  • Memiliki aroma harum (wangi)
  • Memiliki kadar kabohidrat amylose yang cukup tinggi

Dan untuk memasaknya pun juga usahakan hingga benar-benar matang, dan jangan baru setengah masak sudah dimakan.

Kenapa? Karena dengan makan beras yang setengah masak malah justru tidak baik, dan badan kita akan kekurangan energi jadinya.

Untuk memasaknya pun juga tidak sulit. Hampir sama dengan kita memasak beras biasa.

Yaitu sebelum kita memasaknya, terlebih dahulu kita cuci beras basamati supaya lapisan kotoran dan kanjinya larut, lalu kita tiriskan.

Nah, agar berasnya lebih terasa lembut, caranya kita rendam beras basmati ke dalam air dingin kurang lebih selama ½ jam – 1 jam sebelum dimasak.

Sedangkan, untuk pemakaian airnya sebaiknya kita sesuaikan dengan tingkat kelembekan yang kita inginkan.

Bisa juga kita tambahkan dengan mentega dan sedikit kita campurkan dengan air jeruk lemon/jeruk nipis agar nasi dapat terurai dengan baik.

Gunakan juga panci yang berbahan besi atau berlapisan antilengket supaya nanti nasi yang dihasilkan tidak berkerak dan dapat matang secara sempurna.

SebelumnyaManfaat Beras Basmati
SelanjutnyaKandungan Beras Basmati